Facebook
RSS

Hulu Cisaar Tak Kalah Menarik Dari Cinambo.

-
apriandi rusdi

     Sungai Cisaar merupakan salah satu sungai yang mengalir di Provinsi Jawa Barat. Hulu sungai ini berada pada Dusun Cisaar Tonggoh, Desa Cipicung, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang. Sungai ini merupakan salah satu dari anak sungai Cilutung. Berada pada daerah lembahan dengan geomorfologi sekitar berupa perbukitan yang cukup terjal, membuat sungai ini menjadi satu-satunya penyebab tertorehnya batuan-batuan formasi Cinambo pada tebing-tebing sungai. Adapun formasi Cinambo yang tertoreh oleh sungai ini yaitu pada Anggota Atas Formasi Cinambo (Tomcu) dan Anggota Bawah Formasi Cinambo (Tomcl). Anggota Bawah Formasi Cinambo yang merupakan Anggota Batupasir Cinambo tersingkap baik pada bagian selatan atau bagian hulu sungai Cisaar. Pada Anggota Batupasir ini didominasi oleh Batupasir halus hingga sangat halus dengan warna abu-abu dengan struktur sedimen Paralel Laminasi, dan setempat-setempat ditemukan struktur sedimen Graded Bedding dengan ketebalan 8-120 cm. Batupasir Anggota Bawah Formasi Cinambo ini memiliki kandungan Karbonat, hal ini dapat dibuktikan dengan bereaksinya batuan saat ditetesi dengan HCl 10%. Anggota Batu Pasir ini terdendapkan dengan perselingan tipis Batulempung menyerpih berwarna abu-abu kehitaman yang juga mengandung karbonatan dengan ketebalan 2-15 cm. Pada rekahan-rekahan batuan terisi oleh mineral Kalsit (CaCo3) berupa urat-urat kalsit dengan lebar beberapa milimeter hingga beberapa centimeter.










     Di sepanjang sungai Cisaar dapat di temukan banyak kekar, terutama pada Batupasir. Sedangkan jenis kekarnya adalah kekar gerus dengan ciri utama membentuk pola menyerupai belah ketupat serta menunjukkan adanya pengaruh gaya dari sesar Anjak . Di bagian Anggota Bawah Formasi Cinambo ini juga ditemukan dua cermin sesar berjenis Slickenside pada Batupasir dengan besar pitch > 45 derajat, hal ini mengindikasikan adanya sesar anjak atau sesar normal, data slickenside cukup sulit untuk menentukan apakah suatu sesar bergerak ke arah mana seperti dalam kasus ini, sebab arah pergerakan tidak diketahui dan penulis belum terlalu yakin dengan kenampakan di lapangan. Namun apabila dilihat dari data regional, maka sungai Cisaar ini juga di kontrol oleh sesar Anjak, jadi penulis dapat berhipotesis bahwa slickenside ini merupakan bukti dari sesar Anjak tersebut. Slickenside ini terdapat di belokan sungai dekat dengan dusun  Cisaar Landeuh. Struktur sesar Anjak ini merupakan salah satu struktur mayor yang terdapat di daerah sungai Cisaar. Litologi lokasi ini yaitu perselingan antara Batulanau, Batulempung, dan Batupasir yang memiliki kontak tegas dan struktur parallel bedding. Batulanau ditemukan dengan warna lapuk abu-ab kecoklatan dan warna segar abu-abu, besar butir lanau, dengan bentuk butir sub rounded, porositas dan permeabilitas baik, kemas terbuka, kekerasan keras. Batulempung ditemukan menyerpih dengaun warna segar abu-abu gelap dan warna lapuk abu-abu terang, besar butir lempung, porositas dan permeabilitas buruk, kekerasan friable. Batupasir ditemukan dengan warna lapuk abu-abu terang dan warna segar abu-abu, berukuran butir mulai pasir sangat halus sampai dengan pasir halus, porositas dan permeabilitas baik, kemas terbuka. kekerasan keras dan terdapat struktur graded bedding. Strike/dip: N 1340 E/860 , Koordinat: S 060 51 02” dan E 1080 08 01” 

Strike dip N 330E/380 dan pitch 460

     Pada hulu sungai Cisaar juga ditemukan adanya bukti sesar berupa slickenside pada Batupasir, namun kali ini dengan pitch < 10 derajat yang mengindikasikan adanya sesar mendatar. Slickenside ini terletak di dusun Cisaar Tonggoh yang merupakan hulu sungai Cisaar. Dari pengamatan geomorfologi melalui citra satelit juga menunjukkan adanya struktur ini, namun struktur ini merupakan struktur yang tidak terlalu besar. Struktur sesar mendatar ini juga didukung dengan data kekar yang menunjukkan adanya sesar mendatar di daerah tersebut. Sesar ini juga sebagai struktur yang mengontrol salah satu hulu sungai Cisaar. 
Strike dip N 1980E/500 dan pitch 80.

     Strike/dip: N 1210 E/560, Koordinat: S 060 51’ 40.4” dan E 1080 08’ 7.5”. Litologi pada singkapan ini adalah batupasir dan batulempung yang berselingan dengan kontak tegas dan struktur parallel bedding. Batupasir berwarna lapuk abu-abu kecoklatan dan warna segar abu-abu. Besar butir yang berukuran pasir halus, bentuk butir subangular dengan kemas terbuka. Porositas dan permeabilitas baik, karbonatan, dan memiliki kekompakkan keras. Batulempung ditemukan menyerpih serta memiliki warna lapuk abu-abu pucat dan warna segar abu-abu gelap. Besar butirnya berukuran lempung. Porositas dan permeabilitas buruk, kemas tertutup, karbonatan, dan kekompakan friable.

     Mungkin masih banyak lagi struktur di sungai Cisaar yang masih belum dapat kami temukan dan kami ungkap, semoga sedikit informasi ini dapat bermanfaat bagi teman-teman pembaca. 
Tim "NGEJOSS '09"
Mapping 2011


2 Responses so far.

  1. Unknown says:

    trimakasih artikelnya ,,, postingannya sangat membantu dalam pembuatan laporan sy .... :)

  2. Unknown says:

    sip untuk tim ngejoss..,

Leave a Reply


    Blogger news

    Pengikut

    Total Tayangan Halaman