Pontianak,Kalimantan Barat merupakan ibukota dan sekaligus menjadi pusat kegiatan ekonomi untuk provinsi yang terletak di bagian barat pulau kalimantan. Kota ini juga menjadi kota terpadat di Kalimantan Barat dengan jumlah penduduk mencapai lima ratus ribu jiwa lebih. Namun siapa yang menyangka bahwa tiga abad yang lalu wilayah ini hanya merupakan kawasan hutan yang mengalir dua sungai besar yaitu sungai Kapuas dan sungai Landak yang kemudian keduanya menyatu pada percabangan sungai dan membentuk sungai Kapuas Besar.
Kemauan dan kenyataan merupakan dua hal yang berbeda. Tak jarang banyak orang yang memaksakan kemauannya demi menjadikannya kenyataan. Padahal tak semua yang kita mau dapat menjadi kenyataan. Memang kita boleh bermimpi dan berusaha keras, namun dibalik itu semua kita tentunya percaya bahwa ada Zat yang maha mengetahui apa yang terbaik bagi kita dan tentunya Dia telah pula merencanakan sesuatu dibalik semua yang terjadi pada diri kita walaupun terkadang itu terasa pahit. Tapi yakinlah bahwa apa yang kita dapatkan itu menjadi sesuatu yang terbaik dan berharga, mungkin banyak hal yang kita peroleh dari kenyataan yang tak sesuai dengan kemauan yang kita inginkan.
[ Read More ]
Sungguh disayangkan, lebih dari 60 tahun kemerdekaan Indonesia, namun satu peristiwa pahit yang dialami oleh anak bangsa tak juga diterima secara luas oleh bangsa ini, dan bahkan banyak orang yang tidak mengetahui akan peristiwa apakah yang terjadi.
Peristiwa yang setiap tanggal 28 Juni diperingati Hanya di Provinsi Kalimantan Barat adalah peristiwa Mandor Berdarah. Peristiwa ini merupakan peristiwa pembantaian masal satu generasi anak bangsa yang dilakukan oleh tentara Jepang pada tahun 1942-1945 dimana lebih dari 20.000 jiwa Sultan,Elit Politik,Pemuka Agama,Tokoh Masyarakat,Cendikiawan dan Kaum Terpelajar dari Bangsa Melayu,Dayak dan Cina di Kalimantan Barat di bantai dengan cara di penggal dengan samurai dan kemudian dimakamkan kedalam sepuluh lubang pemakaman massal. Para Korban ditanggkap secara paksa oleh Jepang dengan mengrebek langsung pada kediaman semua korban dan membawa korban dengan paksa kedalam hutan yang sekarang dikenal sebagai wilayah Kecamatan Mandor Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat,
Munafik mungkin hanyalah sebuah kata yang mengandung makna negatif. Namun apabila kata ini kemudian dilaksanakan sebagai bentuk perwujudan sifat, maka hanya akan memberikan dampak buruk bagi pelakunya maupun orang yang dikenai sifat tersebut oleh pelaku. Munafik tidak hanya akan membunuh sebuah karakter, tetapi juga akan menjadikan seorang tersebut terus terbelenggu kedalam kebohongan dan ketakutan. Orang munafik biasanya segala perbuatan dengan perkataanya tidaklah sama atau dalam kata lain tidak singkron. Orang munafik hanya akan terus hidup bersama topeng mereka dan dalam menghadapi kehidupan mereka akan selalu dibayangi rasa takut. Mereka akan senang mengkoreksi kesalahan orang lain. Namun mereka tidak akan menerima atas kesalahan yang mereka perbuat, sehingga yang akan terjadi adalah mereka akan berusaha dengan keras untuk membalikkan fakta yang terjadi agar mereka dapat tampak bersih dari masalah tersebut atau biasanya kita sebut dengan "cuci tangan".Hidup ini adalah sebuah pikiran dangan tanda tanya besar didekatnya. Berbagai macam keinginan hendak kita capai. Namun akan kah kita pernah berfikir untuk mengulang kembali masa lalu guna diperbaiki. Tentunya diantara kita pernah mengalami ini dan tentunya perasaan ini diikuti oleh perasaan "kecewa" atau "bersalah" atau ada sesuatu yang belum sempat dilaksanakan, Tentunya sebagai manusia biasa kita hanya mampu berangan dan berandai. Namun ketahuilah "JIKA KITA TERUS INGIN KEMBALI KE MASA LALU,KITA TIDAK AKAN PERNAH BISA MENCAPAI MASA DEPAN". Sebab fikiran kita terus disibukkan dengan pelbagai hal masa lalu yang hendak kita ubah sehingga kita tidak dapat befokus dengan apa yang akan kita hadapi di depan. Dan jadikanlah pengalaman masa lalu itu sebagai sebuah pelajaran hidup yang sangat berharga.
ditengah gemilangnya sumber daya
kau tenggelam oleh antek-antek itu
mereka yang menganggap dirinya penyelamat
sebagai lidah-lidah rakyat
seolah tegar berdiri menguliti ibu pertiwi
yang kini perlahan merintih namun pasti



